Berita

KADIS KETAPANG DIDAMPINGI PARA PEJABAT STRUKTURAL DINAS MENGADAKAN RAPAT PERTEMUAN DENGAN BAPPEDA KOTA MEDAN DALAM RANGKA PEMBAHASAN RENJA 2023
Jumat, 15 April 2022, 18:16:34 WIB
Kategori: Forum OPD
20 Kali Di Lihat

Share :    




Pada hari Kamis (14 April 2022) Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan Ir. Emilia Lubis beserta jajaran pejabat struktural mengadakan pertemuan rapat RENJA bersama BAPPEDA Kota Medan di Ruang Kantor BAPPEDA Bidang Ekonomi Lantai 3 Kantor Walikota Medan.

Rencana Kerja (RENJA) sendiri merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai oleh SKPD selama kurun waktu 1 (satu) tahun ke depan dengan tetap memperhatikan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Pentingnya perencanaan dan peran yang dimainkannya di dalam keseluruhan proses manajerial organisasi SKPD terkait, telah menempatkan perencanaan sebagai faktor penentu keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran dari dinas atau instansi  yang bersangkutan. Perencanaan perlu dilaksanakan mengingat adanya ketidakpastian akibat pengaruh dinamika lingkungan yang dihadapi.

Manfaat Rencana Kerja SKPD dalam melakukan suatu kegiatan  memerlukan suatu acuan untuk mengatur dan mengontrol semua aktivitas yang terjadi pada instansi tersebut. Oleh karena itu, setiap instansi hendaknya memiliki rencana kerja yang terstuktur dengan baik, untuk menunjang kelancaran operasional didalam instansi tersebut. Dengan adanya rencana kerja yang terstuktur dengan baik maka pengendalian dan tujuan yang akan dicapai dalam suatu instansi dapat berjalan dengan baik. Rencana kerja adalah suatu proses yang tidak pernah berakhir apabila rencana telah ditetapkan, maka dokumen mengenai perencanaan yang terkait harus diimplementasikan. Karena perencanaan atau rencana kerja adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.

Beberapa manfaat perencanaan kerja yang dilakukan diantaranya yaitu:

  1. Perencanaan sebagai pengarah untuk meraih atau mendapatkan sesuatu secara lebih terkoordinasi.
  2. Perencanaan meminimalisasi ketidakpastian, karena pada dasarnya di dunia  ini  tidak ada yang tidak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan  membawa ketidakpastian bagi instansi
  3. Perencanaan meminimalisasi pemborosan sumber daya, karena pada dasarnya instansi dinas pasti membutuhkan sumber daya.

Perencanaan juga dapat dijadikan sebagai penetapan standar dalam pengawasan kualitas yang harus dicapai oleh instansi dan diawasi pelaksanaannya dalam fungsi pengawasan manajemen.